Sumber berita: KOMPAS, NO 041 THN-54 SELASA 07 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Kumparan.com

Tim Ekspedisi Papua Terang Diserang Kelompok Bersenjata

GANGGUAN KEAMANAN

JAYAPURA, KOMPAS - Rombongan tim Ekspedisi Papua Terang diserang kelompok separatis bersenjata di Kampung Muyadebe, Distrik Wagemuga, Kabupaten Paniai, Papua, Senin (6/8/2018) sekitar pukul 11.00 WIT. Tiga senjata milik anggota TNI yang mengawal tim ekspedisi itu dirampas.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cendera- wasih Kolonel (Inf) Muhammad Aidi saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Rombongan tim ekspedisi terdiri dari 11 mahasiswa, 3 tenaga ahli PLN, 4 sukarelawan, dan 16 personel pasukan pengamanan dari TNI.

’’Insiden teijadi ketika tim sedang mendata potensi kelistrikan di kampung tersebut. Tidak add korban jiwa, tetapi senjata anggota dirampas. Mereka mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh akibat dipukul,” ujar Aidi. Anggota TNI yang ter- luka ada empat orang, yakni Sersan Mayor Alfius Gobay, Sersan Satu Hadi, Kopral Dua Karyadi, dan Prajurit Dua Irfanuddin.

Aidi menuturkan, kelompok separatis bersenjata (KSB) yang berjumlah sekitar 30 orang memprovokasi warga untuk menolak kehadiran tim ekspedisi di lokasi tersebut. Para penyerang menggunakan sekitar 20 senjata berupa senjata api dan kapak.

"Sebenarnya beberapa anggota TNI yang mengawal tim hendak mengeluarkan tembakan. Namun, komandan tim melarang karena khawatir menyebabkan jatuh korban seperti insiden Paniai, Desember 2014,” kata Aidi.

Rombongan bisa menyelamatkan diri setelah ratusan warga setempat yang menginginkan hadirnya layanan listrik di daerah itu berinisiatif mengusir KSB. Jumlah warga yang mendukung kegiatan ekspedisi jauh lebih banyak dibanding yang menolak.

Aidi mengatakan, Kodam XVII/Cenderawasih menerjunkan tim untuk mengejar pelaku yang merampas tiga senjata. ’’Sebenarnya, perbuatan KSB itu merugikan masyarakat. Sebab, tim melakukan pendataan potensi kelistrikan untuk penyediaan instalasi listrik di sana,” ujar Aidi.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menyatakan kesiapan jajarannya untuk membantu TNI menghadapi kelompok tersebut.

Juru bicara PT PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, Septian Pujian to, mengatakan, tim dalam kondisi baik dan telah berada di penginapan di pusat kota Paniai. ’’Menurut rencana, kegiatan pendataan potensi kelistrikan di kampung itu akan dihentikan dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya.

Berdasarkan data PT PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, 165 mahasiswa diteijunkan dalam kegiatan Ekspedisi Papua Terang di 415 desa selama dua bulan. Para mahasiswa berasal dari lima perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Cenderawasih.

Adapun 415 desa itu tersebar di 24 kabupaten di Provinsi Papua dan 1 kabupaten di Provinsi Papua Barat. Kegiatan beijalan sejak 30 Juli. Para mahasiswa membantu PLN dalam survei demografi dan potensi sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk energi listrik di desa.(FLO)

menu
menu