Sumber berita: KOMPAS. N0 53 THN-54 SENIN 20 AGUSTUS 2018

Sumber foto: OMPAS/WISNU WIDIANTORO (NUT) | Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Presiden Terpilih, Joko Widodo saling berjabat tangan usai bertemu di rumah orangtua Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan

Tim Kampanye Dimatangkan

Elite politik pendukung bakal calon presiden dan calon wakil presiden terus menyiapkan strategi serta tim untuk memenangkan kandidatnya dalam Pilpres 2019.

JAKARTA, KOMPAS – Para pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden terus mematangkan susunan tim kampanye mereka. Tim kampanye tersebut kemudian akan segera dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum untuk selanjutnya bekerja memenangkan para kandidat dalam Pemilihan Presiden 2019.

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno memilih untuk tidak tergesa-gesa dalam menyusun visi dan misi ataupun tim pemenangan. Hingga kini, konsolidasi masih dilakukan untuk mematangkan visi dan misi sekaligus struktur tim dan orang-orang yang masuk dalam tim.

”Masih konsolidasi terus, komunikasi terus di antara partai-partai pengusung. Kami tidak terlalu terburu-buru juga untuk menyelesaikannya,” ujar Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo, Minggu (19/8/2018), di Jakarta.

Untuk personel tim pemenangan, menurut Drajad, tak hanya figur-figur dari partai politik, tetapi juga tokoh nasional dari luar partai, seperti akademisi dan ulama.

”Prinsipnya, mereka yang masuk dalam tim bisa memaksimalkan perolehan suara Prabowo-Sandiaga,” ujarnya.

Sementara untuk perkembangan pembahasan visi dan misi, Drajad menyebut hal-hal yang akan masuk dalam visi-misi Prabowo-Sandiaga sebenarnya sudah matang. Ekonomi menjadi salah satu prioritas utama. Hal ini karena permasalahan ekonomi riil yang dihadapi masyarakat belum juga terpecahkan.

Sekalipun disebut sudah matang, lebih detail soal visi dan misi ini pun belum akan diungkapkan kepada publik. Menurut Drajad, hal ini bagian dari strategi pemenangan.

”Peluru-peluru, khususnya di bidang ekonomi, sebenarnya sudah ada, tetapi kami menunggu momentum untuk melepasnya. Sebagai contoh, soal data ekonomi yang sering diungkapkan pemerintah. Data itu ada kelemahannya. Nanti tunggu waktu yang tepat untuk menunjukkannya,” ujarnya.

Dilibatkan
Di kubu Joko Widodo- Ma’ruf Amin, struktur tim pemenangan sekaligus program- program yang akan diusung selama 2019-2024 semakin dimatangkan. Kepala daerah pun akan dilibatkan dalam tim pemenangan untuk memperkuat sosialisasi program kerja pasangan tersebut.

Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat Johnny G Plate mengatakan, susunan tim kampanye Jokowi-Ma’ruf beranggotakan 112 orang dengan ketua tim yang akan diumumkan langsung oleh Jokowi.

”Tim ini dilengkapi juga dengan dewan pengarah yang adalah ex-officio ketua-ketua umum partai politik koalisi dan dewan penasihat, yaitu unsur tokoh masyarakat dan tokoh senior dari partai politik. Tinggal melengkapi nama ketua tim yang nanti akan diumumkan oleh Jokowi. Parpol juga tidak mempermasalahkan dari unsur mana, ini semua diserahkan kepada Jokowi,” ujar Johnny seusai rapat bersama sejumlah sekjen koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf, Minggu, di Jakarta. Struktur tim, kata Johnny, akan dilaporkan para sekjen partai koalisi kepada Komisi Pemilihan Umum pada Senin ini pukul 14.00.

Selain itu, Johnny juga menjelaskan, koalisi pendukung
Jokowi telah menganalisis sembilan daerah agar tidak mengulang kekalahan Pilpres 2014. Sembilan daerah tersebut adalah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara.

Rapat kemarin juga dihadiri Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni, serta Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Verry S Hendrawan.

Hasto menambahkan, kepala daerah akan menjadi bagian dari kekuatan pemenangan. Sebab, kepala daerah memiliki pengalaman dan kekuatan untuk menggerakkan mesin politik di lapangan.

”Kami memerlukan dukungan dari parlemen, memerlukan dukungan dari semua kepala daerah, sehingga asosiasi kepala daerah dari koalisi Indonesia Kerja ini sangat kuat untuk menggerakkan mesin politik di lapangan,” kata Hasto. (APA/BOW)

menu
menu