Sumber berita: KOMPAS, NO 027 THN 54, SELASA 24 JULI 2018

Sumber foto: KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI Sejumlah pimpinan Kabupaten Cirebon dari unsur Polri, TNI, Kejaksaan hingga ulama melakukan kampanye dan deklarasi antihoaks di Markas Kepolisian Resor Cirebon, Jawa Barat, Senin (7/5/2018). Deklarasi ini dilakukan untuk mengajak masyarakat melawan berita bohong atau hoaks yang dapat memecah belah bangsa.

TNI Berkomitmen Jaga Persatuan dari Ancaman Hoaks

JAKARTA, KOMPAS- Penyebaran berita bohong atau hoaks menjadi bagian dari ancaman yang dapat merusak kesatuan dan persatuan bangsa. Penyebarannya pun semakin mudah, cepat, dan masif seiring perkembangan teknologi internet. Terkait hal ini, media massa berperan penting menjadi garda terdepan untuk ikut memerangi hoaks.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, sifat manusia yang lebih mengutamakan kecepatan berita membuat mereka rentan termakan isu hoaks. Mereka menganggap penguasa informasi pertama adalah pemenang tanpa mau memverifikasi berita yang didapatkannya terlebih dahulu.

”Berita hoaks sekarang ini semakin merambah dan menjadi ancaman yang terus masuk kepada masyarakat, bahkan kepada militer. Kekuatan (hoaks) ini kekuatan yang mahadahsyat, yang melebihi nuklir,” ujar Hadi dalam kegiatan joy sailing bersama para pemimpin redaksi media massa di atas KRI Dr Soeharso di Teluk Jakarta, Senin (23/7/2018).

Menurut Hadi, media massa merupakan mitra strategis TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peran media massa penting dengan mengelola berita yang akurat untuk disebarkan kepada masyarakat tanpa ada unsur pemecah belah melalui isu suku, agama, ras dan antargolongan. Hal itu juga menjadi tujuan TNI dalam upaya menjaga keutuhan bangsa.

”TNI dan media adalah satu komponen strategis untuk bisa menjaga keutuhan NKRI. Karena apa yang terjadi terhadap proses keamanan, pengamanan di NKRI, semua sangat tergantung bagaimana kita bisa menepis berita hoaks yang merusak pikiran kita semua,” kata Hadi.

Dalam kesempatan itu pula, Hadi mengungkapkan bahwa instansinya akan sangat terbuka terhadap kritik apabila ada prajurit yang merugikan masyarakat. ”Tentunya TNI tidak alergi apabila dikritik terkait perilaku prajurit di wilayah yang merugikan masyarakat. Dan kami akan segera merespons informasi tersebut,” ujarnya.

Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso mengatakan, media massa memang memiliki peran penting dalam memberikan klarifikasi dan verifikasi terhadap suatu isu yang beredar di masyarakat. Oleh karena itu, prinsip kerja jurnalisme harus menjadi pijakan wartawan dalam melakukan setiap peliputan.

menu
menu