Sumber berita: KOMPAS, NO 036 THN KAMIS 02 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Okezone.com

Toba Kembali Tersenyum

Insiden tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun membuat warga di Danau Toba dirundung duka. Kirab obor Asian Games menjadi momen kebangkitan dan kembalinya senyum warga.

Marudin Silalahi (41) bersenam ria saat matahari baru terbit. Petani asal Simalungun itu mencoba mengikuti gerakan instruktur senam yang berada di atas panggung. Marudin bersama sekitar 8.500 warga Danau Toba sedang bergairah menanti kirab obor Asian Games 2018.

Saat itu, Rabu (1/8/2018) pukul 07.30, Marudin bersama teman-temannya dari Desa Bandar Tonga, Simalungun, hadir dalam pesta rakyat menyambut obor Asian Games di Pantai Bebas Parapat. Dengan tabungannya dan ditambah kas desa, ia datang menumpang minibus sewaan dan melewati perjalanan 1 jam untuk ikut memeriahkan kirab obor Danau Toba ’’Kami sangat senang bisa terlibat. Acara ini, kan, belum tentu ada lagi, terakhir kali saja tahun 1962. Ini membuat warga Danau Toba kembali bersatu dan bisa bersenang-senang bersama,” ucap Marudin yang saat itu masih kelelahan sehabis senam.

Kegembiraan itu membuat Marudin dan warga Simalungun sejenak melepas duka. Sebelum nya, masyarakat sekitar Danau Toba berada dalam bayang-bayang insiden tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun, Juni 2018. Kecelakaan itu mengakibatkan lebih dari 150 orang hilang dan tewas.

Salah satu korban hilang adalah sahabat sekaligus tetangga Marudin. ”Ya, jujur saja, kejadian itu masih membekas. Apalagi, korbannya adalah teman dan saudara kita, tetapi kita lupakan dulu hari ini,” ujar Marudin.

Di sudut lain Pantai Bebas Parapat, empat penari membawakan tarian tradisional Tortor Haroan Bolon, menyambut kedatangan obor. Tarian warisan nenek moyang itu mencerminkan sikap gotong royong.

Irma Pakpahan (25), salah satu penari, mengatakan, tarian itu merupakan simbol persatuan warga Danau Toba mendukung Asian Games. Acara obor ini sekaligus dijadikan pengobat luka kecelakaan di danau yang belum genap 50 hari itu.

”Ini saatnya bersatu dan bangkit. Yang lalu lupakan saja, dijadikan pelajaran ke depannya. Tidak ada manfaatnya terus bersedih,” kata Irma.

Kebangkitan pariwisata
Momentum kirab obor Asi an Games dan pesta rakyat itu juga menyulut kembali asa warga Simalungun, khususnya mereka yang menggantungkan hidup lewat jasa pariwisata.

Penyedia jasa transportasi di Danau Toba, kubis (51), mengakui, sejak kecelakaan tersebut, bisnis pariwisata sempat menurun. Biasanya, setiap akhir pekan, mobilnya selalu habis dipesan. Akan tetapi, selama sebulan terakhir sempat beberapa minggu tidak ada yang menggunakan jasanya

’’Untungnya ini ada kirab obor. Jadi, mulai minggu ini sudah penuh. Saat Asian Games, Agustus-September, sudah ada yang mau pesan,” kata Lubis.

Lubis berharap publikasi mengenai antusiasme masyarakat dan keindahan Danau Toba mampu membangkitkan lagi gairah pariwisata di sana.

Kepala Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Arie Pra- setyo menegaskan, wisatawan tidak perlu takut dengan keselamatan transportasi di sana karena pelayaran yang tersedia sudah menyediakan fasilitas pelampung bagi tiap penumpang.

Lewat kirab obor, Danau Toba membuktikan pelayaran di sana aman untuk pengunjung. Pembawa obor dari kalangan artis, Olivia Zalianty, menyeberangi Danau Toba dari Dermaga Atsari menuju Dermaga Si- baganding. Olivia pun semri- ngah dan terpukau oleh keindahan lanskap Pulau Samosir.

Danau Toba kembali siap jadi pilihan wisata terbaik di Indonesia. Menurut rencana, dalam minggu ini, maskapai AirA- sia akan meluncurkan penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Bandara Silangit. Penerbangan dilakukan reguler 4 kali seminggu. (KELVIN HIANUSA)

menu
menu