Sumber berita: KOMPAS, NO 015 THN 54, KAMIS 12 JULI 2018

Sumber foto: Liputan6.com

Tol Sumatera Butuh Rp 12,5 Triliun

Kebutuhan dana untuk membangun 8 ruas tol prioritas di Sumatera mencapai Rp 81 triliun. Pembangunannya ditargetkan rampung tahun depan.

JAKARTA, KOMPAS - PT Hutama Karya (Persero) membutuhkan Rp 12,5 triliun penyertaan modal negara untuk membangun Tol Sumatera. Dana itu menambah dua penyertaan sebelumnya senilai Rp 5,6 triliun.

Kepala Subdirektorat Mitigasi Risiko APBN Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Riko Amir, Rabu (11/7/2018), 1 di Jakarta, mengatakan, dua penyertaan modal negara (PMN) tahun 2015 dan 2016 senilai Rp 5,6 triliun sudah dipakai untuk membangun tiga ruas tol. Ketiganya adalah sebagian dari delapan ruas prioritas Tol Sumatera.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera, Tol Sumatera terdiri atas 24 ruas, 8 ruas di antaranya diprioritaskan selesai pada 2019. Kebutuhan dana untuk 8 ruas itu Rp 81 triliun.

Selain PMN, pemerintah juga membantu Hutama Karya (HK) dengan memberikan jaminan dan kontrak konsesi agar HK bisa menyelesaikan tugas mendesain, membangun, dan mengoperasikan Tol Sumatera. HK mendapat kontrak konsesi Tol Lingkar Luar Jakarta dan Tol Akses Tanjung Priok. Konsesi itu bisa jadi jaminan penerbitan obligasi atau pinjaman berikutnya. Usulan PMN Rp 12,5 triliun segera dibawa ke DPR.

Jika DPR tak setuju atau keuangan pemerintah tidak cukup, perlu alternatif pembiayaan lain. ’’Kemenkeu dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggodok alternatif pembiayaan yang biayanya rendah, tapi tenornya panjang,” katanya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna menambahkan, berbeda dengan di Jawa yang tolnya dibangun di daerah komersial agar pengembalian investasinya cepat, Tol Sumatera dibangun untuk mempercepat pertumbuhan wilayah.

Kini panjang Tol Sumatera yang sudah beroperasi 82 kilometer (km) dan 14 km siap beroperasi. Sepanjang 521 km sedang konstruksi dan 419 km persiapan pengadaan tanah.

Penetapan tarif
Pemerintah menerbitkan surat keputusan penetapan tarif empat ruas tol, yakni Gem- poi-Pasuruan, Pejagan-Pemaiang Seksi III dan IV, Kartasura (Solo)-Sragen, dan Medan-Tebing Tinggi Seksi I. Tiga ruas terakhir belum dibuka resmi. Menurut Herry, ruas-ruas itu layak operasi. Pihaknya juga menyiapkan ruas lain untuk uji laik operasi, di antaranya Ciawi-Sukabumi Seksi I, Palembang-Indralaya Seksi II dan III, dan Depok-Antasari Seksi LA (ABN/NAD)

menu
menu