Sumber berita: KOMPAS, NO 013 THN 54, SELASA 10 JULI 2018

Sumber foto: viva.co.id

Ungkap Kebocoran Gas

Penyebab kebocoran pipa bawah laut di pintu masuk Pelabuhan Bojonegara, Banten, belum diketahui. Penanganan segera diperlukan untuk mencegah kerugian industri pengguna gas.

JAKARTA, KOMPAS - Penyebab kebocoran pipa gas bawah laut di pintu masuk Pelabuhan Bojonegara, Cilegon, Banten, masih dalam penyelidikan. Semburan air setinggi 2 meter akibat kebocoran itu sudah terhenti dan lokasi dijaga untuk memastikan tidak ada kapal yang menerabas.

Hingga Senin (9/7/2018) sore, secara khusus lokasi diamankan guna mencegah kebakaran. ”UPP (Unit Penyelenggara Pelabuhan) Bojonegara beserta instansi terkait fokus pada koordinasi dan pengamanan di sekitar perairan, melibatkan KNP Trisula dan kapal lain,” ujar Kepala UPP Bojonegara Kant Dicky, Senin.

Kebocoran gas terjadi pada pipa gas berdiameter 20 inci yang mengalirkan gas dari Pabelokan ke Cilegon, membentang dari sekitar Kepulauan Seribu. Gas itu milik China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), perusahaan China, yang dialirkan melalui pipa bawah laut, sekitar 20 meter dari permukaan.

"Penyebab bocornya pipa gas masih diselidiki,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Keija Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher.

Yang jelas, pasokan gas 50 juta standar kaki kubik per hari dihentikan.Sejauh ini polisi telah memeriksa sejumlah awak kapal. "Kapal-kapal di dekat lokasi,” ujar Direktur Kepolisian Perairan Kepolisian Daerah Banten Ajun Komisaris Besar Nunung Syaifuddin.

Kebocoran gas
Direktur Pengadaan PLN Su- pangkat Iwan Santoso mengatakan, pasokan gas CNOOC itu menyuplai Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon. Namun, ia memastikan pasokan listrik tak terganggu karena PLN punya cadangan daya dari sejumlah pembangkit lain.

’’Hanya satu unit mesin pembangkit saja (di PLTGU Cilegon) yang dimatikan,” kata Iwan. PLTGU Cilegon berlokasi di Desa Margasari, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, dan merupakan pembangkit interkoneksi sistem kelistrikan Ja- wa-Bali melalui jaringan transmisi 150 kilovolt. Kapasitas terpasang PLTGU Cilegon 740 megawatt, terdiri atas tiga mesin pembangkit listrik bertenaga gas dan uap.

Kemarin, pihak Vessel Traffic Services (VTS) Merak telah mengirim broadcast securite messages ke kapal-kapal yang melintas atau berlabuh di area itu agar berhati-hati dan menjaga jarak aman dengan radius 2-3 mil laut dari area pipa gas bocor.

Kalangan industri pengguna gas meminta kasus ini ditangani segera. ’’Kebocoran pipa gas berpengaruh ke beberapa industri pengguna gas, misal untuk bahan bakar ketel uap,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono.

Tercatat, ada lebih dari 100 perusahaan petrokimia dan kimia di sekitar Banten dan Jakarta, yang 15 di antaranya anggota Inaplas. (BAY/APO/ARN/CAS)

menu
menu