Sumber berita: KOMPAS. N0 43 THN-54 KAMIS 09 AGUSTUS 2018

Sumber foto: PressReader

Upaya Atasi Kekurangan Air

KEKERINGAN

 

WONOSARI, KOMPAS - Di tengah kekeringan yang melanda sejumlah daerah, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY, mampu mengatasi kekurangan air bersih secara mandiri. Bahkan, mengalirkan air untuk tiga desa tetangga.

Desa Karangrejek yang kerap dilanda kekeringan pada 2010 membuat sumur bor dan mendirikan BUMDes Perusahaan Air Bersih (PAB) Tirta Kencana. Menurut operator PAB, Marsudi, tahun 2012, warga desa lain mulai menjadi pelanggan. Kini PAB itu mengalirkan air untuk Desa Duwet, Baleharjo, dan Siraman.

’’Saat ini kami punya sekitar 1.300 pelanggan, termasuk tiga desa sekitar kami,” kata Sekretaris BUMDes Karangrejek Ton Martono.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Kidul Edy Basuki menyatakan, di wilayahnya ada 116.216 warga terdampak kekeringan. Jumlah itu meningkat dari bulan lalu, 96.523 warga. ”Itu pendataan per 6 Agustus,” kata Edy, Rabu (8/8/2018), di Wonosari.

Kekeringan melanda 54 desa, di 11 kecamatan di Gunung Kidul. Yakni, Tanjungsari. Girisubo, Nglipar, Paliyan, Panggang, Purwosari, Rongkop, Tepus, Ngawen, Ponjong, dan Gedangsari.

Untuk mengatasi itu, kata Edy, pengiriman air bersih dilakukan setiap hari. Ada 24 tangki air berkapasitas 5.000-6.000 liter dikirim ke setiap wilayah yang mengalami kekeringan. ’’Pengiriman akan dilakukan setidaknya sampai Oktober,” ujar Edy.

Tanah Gunung Kidul yang tandus membuat warga kesulitEm mencari sumber air dari bawah tanah melalui sumur. Mereka lebih mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Caranya, membuat tempat penampungan air di rumah masing-masing.

Sementara itu, Karyadi (24), warga Dusun Wiloso, Desa Gi- rikarto, Kecamatan Panggang, memilih membeli air. ’’Sejak mulai kemarau, Mei, air PDAM hanya mengalir tiga kali. Kami memilih membeli air saja, lebih pasti,” ujar Karyadi.

Menurut Karyadi, harga air bersih Rp 150.000 per 5.000 liter Air itu habis dalam tiga minggu oleh empat anggota keluarganya.

Di Jawa Timur, Pemkab Madiun mulai mendistribusikan air bersih ke Dusun Babadan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Rabu, yang mengalami kekeringan.

Pejabat Sementara Bupati Madiun Boedi Prijo Soeprajitno mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan dua tangki berisi 8.000 liter. Air diharapkan bisa digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar selama empat hari.

Pemkab Madiun mengapresiasi inisiatif warga dan petugas yang membuat tandon darurat dari terpal serta alat pendistribusian ke rumah-rumah warga menggunakan pipa dan selang. .
Kepsila Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Edy Harianto mengatakan, ada 28 desa di wilayahnya yang rawan bencana kekeringan dan krisis air bersih. Desa-desa itu tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Dagangan, Dolopo, Wungu, Geger, Gemarang, dan Kare.

BPBD Kabupaten Madiun telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan air bersih dan pendistribusian ke desa-desa rawan krisis. Pendistribusian dilakukan sesuai permintaan masyarakat melalui kantor desa ke BPBD.

Makin parah
Krisis air di Kabupaten Serang, Banten, makin meluas. Distribusi air yang sebelumnya dilakukan sekali per hari ditambah menjadi dua hingga tiga kali per hari.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi dan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Serang Dedy Oktaviyanto mengatakan, pihaknya menyalurkan air tiga kali pada Rabu, yakni ke Desa Kibin dan Desa Tambak di Kecamatan Kibin serta Desa Cakung di Kecamatan Binuang.

Jumlah warga yang kesulitan mendapatkan air di Desa Tambak sebanyak 216 rumah tangga, di Desa Cakung (140), dan Desa Kibin (125). Rata-rata satu rumah tangga terdiri atas 4-5 orang. Setiap kali BPBD Kabupaten Serang mendistribusikan air menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter.

Bantuan air diberikan sejak' Juni 2018 ke Kecamatan Pon- tang. Sebulan kemudian, air juga disalurkan ke Kecamatan Carenang dan Kecamatan Tirtayasa.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Serang, jumlah total warga yang kesulitan mendapatkan air lebih dari 3.000'keluarga Awalnya, bantuan hanya disalurkan satu kali per hari. Permintaan air terus bertambah menjadi 2-3 kali dalam sehari.

Manager Corporate Social Responsibility PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Arif Mahdali ’ mengatakan, pihaknya ikut menyalurkan air 25 kali ke desa-desa yang kekeringan di Kabupaten Serang sejak akhir Juli 2018.

’’Bantuan sudah disalurkan ke tiga kecamatan, yakni Carenang, Tirtayasa, dan Tanara. Kami akan terus menyalurkan bantuan untuk warga yang membutuhksin- nya,” ujar Arif. (NCA/NIK/BAY)

 

menu
menu