Sumber berita: KOMPAS. N0 58 THN-54 MINGGU 26 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Kompas.com

Usaha Tak Khianati Hasil

Kekuatan mental dan kegigihan berjuang menjadi kunci kemenangan atlet atlet bulu tangkis Indonesia. Mereka menunjukkan motivasi besar untuk menjadi tuan rumah yang disegani di Asian Games 2018.

JAKARTA, KOMPAS - Sikap pantang menyerah, meski perolehan skor sudah tertinggal jauh dari lawan, mengantar tunggal putra bulu tangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting menaklukkan juara dunia 2018 asal Jepang Kento Momota Pada laga babak ketiga yang bergulir di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (25 8 2018), Anthony menang dua gim langsung 21-18, 21-18.

Selanjutnya, Anthony akan berhadapan dengan unggulan kelima, Chen Long (China). Rekor pertemuan Anthony dengan Chen Long adalah 3-2. Pada pertemuan terakhir di final Piala Thomas, Chen Long bermain lebih baik dari Anthony dengan unggul 22-20, 21-16.

Sebelum berhadapan dengan Chen Long Anthony akan beristirahat dan fokus menyembuhkan cedera agar bisa tampil prima ’’Laga hari ini cukup menguras tenaga” katanya.

Pada laga lain, Jonatan ”Jojo” Christie mengalahkan Khosit Phetpradab (Thailand), 21-12, 21-12. .Anthony dan Jojo dipastikan mewakili Indonesia dr perempat final bulu tangkis perseorangan Asian Games 2018. Pada babak perempat final, Jojo ditantang Vincent Wong Wing Ki (Hong Kong).

Kemarin, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ar- dianto dan Marcus Femaldi Gi- deon/Kevin Sanjaya Sukamuljo juga berhasil melalui laga babak ketiga. Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Li- liyana Natsir lolos ke semifinal.

Perjuangan Anthony
Pada laga antara Anthony dan Momota, kegigihan dan ketenangan menjadi kunci kemenangan. Ini merupakan kemenangan pertama Anthony atas Momota sejak Hong Kong Terbuka 2015. Pada empat pertemuan terakhir, termasuk di Indonesia Terbuka 2018 dan beregu putra Asian Games 2018, Anthony selalu kalah.

Momota yang menjadi unggulan kedua merupakan tunggal putra dengan peringkat nomor empat dunia Adapun Anthony tampil sebagai pemain non-unggulan, saat ini menempati peringkat ke-12 dunia.

Sebelum menjalani laga Asian Games, Momota mengumpulkan sejumlah prestasi membanggakan, salah safirnya menjadi juara dunia tunggal putra pertama asal Jepang. Momota juga ikut membawa Jepang menjadi nmner-up Piala Thomas dan selanjutnya meraih medali emas pada nomor beregu putra Asian Games 2018.

Anthony merasa lega berhasil mengalahkan Momota. "Rasanya plong. Saya yakin, usaha tak akan pernah mengkhianati hasil. Saya bertekad tidak menyerah meskipun skor (pada gim kedua) ketinggalan jauh dari Momota,” ujar juara Korea Terbuka 2017 dan Indonesia Masters 2018 itu.

Pertandingan Anthony melawan Momota berjalan seru sejak gim pertama Tampil percaya diri, Anthony bermain kencang dan menyerang hingga unggul 6-0. Sebaliknya, Momota yang biasanya punya pertahanan kuat harus kehilangan poin karena bola mati sendiri atau pukulannya melenceng ke luar garis. Anthony menutup gim pertama dengan 21-18.

Pada gim kedua, Momota unggul lebih dulu, 11-7. Namun, Anthony bermain tenang dan menempatkan kok di sudut-sudut yang sulit dijangkau lawan. Pukulan Momota tiga kali keluar garis sehingga Anthony me - mepet skor menjadi 11-10. Anthony kemudian menyamakan kedudukan 15-15. Gim kedua berakhir 21-18.

Sekitar 7.000 penonton di Istora GBK meneriakkan yel-yel dan nama Anthony untuk memberi dukungan. ’Ginting, Ginting,” teriak penonton penuh semangat Dukungan penonton seperti mengulang apa yang terjadi di Istora, Januari lalu, ketika Anthony memenangi gelar Indonesia Masters.

Liliyana fokus
Liliyana Natsir mengatakan, tampil sebagai pebulu tangkis tuan rumah pada perhelatan Asian Games 2018 memberikan sejumlah tantangan nonteknis. Agar dapat bermain maksimal dan mewujudkan cita-cita meraih medali emas, dia dan Tontowi harus bisa menjaga fokus, selain tetap memperhatikan teknik dan fisik mereka.

’’Saya tidak boleh banyak memikirkan hal lain. Konsentrasi hanya pada (aktivitas) di arena pertandingan, hotel, dan tempat makan,” ujar Liliyana.

Di semifinal, Tontowi/Liliyana akan melawan peringkat pertama dunia asal China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Laga ini menuntut kegigihan. (DNA)

 

menu
menu