Sumber berita: KOMPAS. N0 48 THN-54 SELASA 14 AGUSTUS 2018

Sumber foto: KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH | Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga dari kiri) didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc) Erick Thohir dan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono (kiri) menyerahkan secara simbolis kartu akses gratis transjakarta selama Asian Games kepada empat perwakilan wartawan di Balai Kota DKI Jakarta

Warga Diajak Naik Kendaraan Umum Melalui Layanan Gratis

JAKARTA, KOMPAS Guna mengantisipasi kemacetan saat Asian Games 2018, Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemprov Sumatera Selatan akan mengajak warga menggunakan kendaraan umum selama ajang olahraga bangsa-bangsa Asia itu.

Pemprov DKI melalui PT Transportasi Jakarta akan memberikan layanan gratis menggunakan bus transjakarta pada Sabtu, Minggu, dan tanggal merah selama Asian Games, yaitu 17, 18, 19, 22, 25, dan 26 Agustus serta 1 dan 2 September.

PT Transjakarta juga memberikan layanan gratis buat atlet, ofisial, awak media, dan relawan dengan periode tertentu selama Asian Games. Atlet dan ofisial terhitung dari awal masa pertandingan hingga Asian Games selesai, awak media dari 10 Agustus hingga 15 September, dan relawan dari 1 Agustus hingga 15 September.

Di Palembang, Pemprov Sumsel akan memberikan layanan gratis untuk atlet, ofisial, awak media, dan relawan menggunakan kereta ringan (LRT) selama Asian Games.

Ketua Inasgoc Erick Thohir seusai konferensi pers pembagian kartu akses transjakarta gratis untuk 5.000 media terakreditasi Asian Games di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/8/2018), mengatakan, pihaknya menyambut positif layanan transportasi umum gratis tersebut. Hal itu pasti akan berpengaruh positif untuk kelancaran Asian Games, terutama kelancaran lalu lintas.

Seperti diketahui, selama ini, Dewan Olimpiade Asia (OCA) selalu mengkhawatirkan kemacetan lalu lintas saat pergelaran Asian Games, terutama di Jakarta. ”Ketika diberlakukan perluasan kebijakan ganjil genap, kami mendapatkan laporan tingkat kemacetan Jakarta berkurang. Kalau nanti semua warga lebih banyak menggunakan kendaraan umum, tingkat kemacetan tersebut pasti akan lebih berkurang. Ini juga bisa jadi kesempatan melatih warga untuk lebih membiasakan diri menggunakan kendaraan umum,” papar Erick.

Warga bisa memanfaatkan layanan gratis transjakarta di semua koridor yang ada ketika masa-masa gratis itu. Adapun awak media dan relawan dibekali kartu akses gratis transjakarta dan bisa memanfaatkannya di semua koridor yang ada. Sementara atlet dan ofisial diberi fasilitas gratis antar-jemput dari wisma atlet ke arena-arena terkait.

Jika ingin menyaksikan pertandingan atau menuju arena pertandingan, warga, awak media, dan relawan bisa naik transjakarta dari koridor mana pun dan berhenti di tempat terdekat dengan arena. Contohnya, jika ingin menuju kawasan kompleks olahraga Gelora Bung Karno, transjakarta akan berhenti di kantong-kantong parkir terdekat. Dari kantong parkir itu, pengunjung diarahkan naik shuttle bus menuju gerbang kompleks GBK. Selanjutnya, pengunjung berjalan kaki menuju arena-arena yang ingin dikunjungi di GBK.

”Nanti, kawasan GBK memang akan steril dari kendaraan umum. Untuk itu, kami pun akan menyediakan kantong-kantong parkir di sekitar kawasan itu, antara lain di kawasan bisnis SCBD. Di kantong parkir itu pun sudah disiapkan shuttle bus untuk mengantar ke gerbang GBK dan selanjutnya pengunjung harus jalan kaki ke arena yang ingin dikunjungi,” kata Erick.

Di Palembang, atlet dan ofisial akan dijemput dengan LRT dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju ke Kompleks Olahraga Jakabaring. Adapun awak media dan relawan bisa mengakses gratis LRT Sumsel dari stasiun mana pun guna menuju Jakabaring. Di Jakabaring, mereka bisa menuju ke sejumlah arena dengan jalan kaki. Apalagi, jarak antara satu arena dan arena lain di Jakabaring tak terlalu berjauhan.

Penambahan armada
Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, untuk mendukung Asian Games, pihaknya menambah armada yang beroperasi dari 1.400-1.500 bus per hari di waktu biasa menjadi 2.100 bus per hari saat Asian Games. Dari 2.100 bus yang ada, 1.750 bus untuk warga, awak media, dan relawan. Sementara 350 bus untuk atlet dan ofisial.

Untuk kapasitas, bus-bus yang dioperasikan untuk Asian Games itu diperkirakan bisa menampung 500.000 orang per hari.

PT Transjakarta juga menyiapkan dua rute baru untuk angkutan gratis di sekitar GBK. Rute pertama berawal dari Stasiun Palmerah (Palmerah Timur)-Jalan Asia Afrika-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Gatot Subroto-Jalan Palmerah Timur. Rute kedua berawal dari Jalan Asia Afrika (seberang Hotel Mulia)-Jalan Pintu Satu Senayan-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Gatot Subroto-Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Asia Afrika.

”Kedua rute itu dibuka dan melayani penumpang gratis selama Asian Games. Kedua rute ini membantu penonton untuk memarkir kendaraan di kantong-kantong parkir di gedung-gedung yang dilewati layanan transjakarta gratis supaya mereka bisa memarkir kendaraan pribadinya lalu naik bus transjakarta menuju arena di GBK,” ujar Budi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengutarakan, layanan gratis transjakarta itu tidak akan membuat rugi PT Transjakarta. Bahkan, itu justru menjadi investasi jangka panjang. Sebab, orang yang naik transjakarta nanti bukan hanya pengguna lama, melainkan diprediksi banyak pula pengguna baru.

”Secara keseluruhan, ini adalah kontribusi DKI Jakarta untuk Asian Games. Ajang ini adalah wajah Indonesia,” ujarnya.

(DRI/E19/HLN)

menu
menu