Sumber berita: KOMPAS, NO 040 THN SENIN 06 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Wartakota - Tribunnews.com

Warga Diminta Antisipasi

JAKARTA, KOMPAS — Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek meminta warga pengguna kendaraan mengantisipasi perjalanannya saat Asian Games ke-18 berlangsung. Antisipasi perlu dilakukan agar ada persiapan sebelum ada rekayasa arus lalu lintas di sejumlah ruas. Mendukung itu, BPTJ menyebarkan informasi dalam berbagai bentuk ke warga.

Budi Rahardjo, Kepala Humas BPTJ, mengatakan, sosialisasi disampaikan di antaranya melalui pamflet yang disebar mulai pekan depan. Harapannya, masyarakat dapat mewaspadai dan mencermati situasi terutama di ruas-ruas pembatasan kendaraan.

“Dengan kepastian informasi itu, saat Asian Games nanti, masyarakat bisa menentukan rencana dan rute perjalanannya,” ujar Budi, Minggu (5/8/2018), di Jakarta.

Selebaran yang akan disebarkan itu, kata Budi, berisi informasi tentang kepastian penutupan pintu tol selama Asian Games berlangsung. Menurut Budi, informasi tentang penutupan pintu tol itu perlu lebih banyak disampaikan kepada warga sehingga tidak memicu kepanikan dan menimbulkan kemacetan panjang di ruas arteri.

“Selasa (7/8), kami memastikan pamflet tentang penutupan 7 pintu tol selama Asian Games, 18 Agustus-2 September siap. Lalu pada Rabu (8/8) kami akan membagikan selebaran itu kepada masyarakat di pintu tol,” ujar Budi.

Selain pamflet, BPTJ juga akan menyebarkan informasi melalui media sosial dan sosialisasi lewat media massa. Upaya itu dilakukan supaya masyarakat mendapatkan informasi cukup sebelum rekayasa lalu lintas benar-benar diterapkan. Pamflet tentang penutupan tujuh pintu tol itu akan diikuti dengan pamflet berikutnya, yaitu tentang aturan ganjil-genap. BPTJ akan membagikan di pusat-pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).

Menurut Budi, upaya menyebarkan informasi itu bagian dari upaya BPTJ, Polda Metro Jaya, Jasa Marga, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatur lalu lintas untuk kepentingan perjalanan atlet dari wisma atlet di Kemayoran ke sejumlah arena pertandingan. Sesuai dengan standar tempuh yang ditetapkan Dewan Olimpiade Asia (OCA), waktu tempuh atlet dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, ke arena pertandingan berkisar 30-34 menit.

Untuk memenuhi standar waktu tempuh itu, pemerintah membatasi mobilitas kendaraan pribadi di 13 ruas jalan dengan sistem ganjil-genap dan dilanjutkan dengan penutupan pintu tol serta juga pengaturan angkutan barang dan penambahan angkutan umum massal.

Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mengatakan, penegakan hukum sistem ganjil-genap sejak 1 Agustus lalu akan dievaluasi setiap pekan. Evaluasi ini dilakukan untuk membenahi hal-hal yang dinilai masih perlu perbaikan.

Belum ada simulasi lagi
Secara terpisah, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa mengatakan, simulasi penutupan tujuh pintu tol kemungkinan tidak akan dilakukan lagi. Penutupan pintu tol itu akan dilakukan selama perhelatan Asian Games mulai tanggal 18 Agustus sampai 2 September.

Sementara Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf masih menunggu hasil evaluasi dari simulasi penutupan pintu tol yang dilakukan pekan lalu. Hasil dari evaluasi akan menentukan, apakah simulasi penutupan tol masih diperlukan atau tidak. Namun, Yusuf tidak menyebutkan waktu pelaksanaan evaluasi tersebut.

Yusuf mengatakan, saat Asian Games berjalan, prioritas pengawalan yang pertama adalah atlet yang akan bertanding, kemudian atlet yang pulang bertanding, dan prioritas terakhir atlet yang jalan-jalan. Menurut Yusuf, polisi di lapangan sudah tahu mana yang menjadi prioritas utama.

Transjakarta gratis
Untuk mendukung perhelatan Asian Games serta membantu mobilitas warga, manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggratiskan biaya layanan. Penumpang bus transjakarta tidak perlu membayar tiket angkutan umum itu pada hari Sabtu dan Minggu, serta dua hari libur besar nasional pada Agustus ini.

Budi Kaliwono, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, menjelaskan, untuk mendukung Asian Games, penumpang bisa naik bus-bus transjakarta tanpa perlu membayar. Kebijakan itu berlaku saat Asian Games saja.

“Jadi selama Asian Games, 18 Agustus-2 September, akan ada enam hari Sabtu dan Minggu, serta dua hari libur nasional pada 17 dan 22 Agustus. Pada hari dan tanggal itu penumpang bisa naik tanpa membayar,” ujar Budi.

Kebijakan gratis itu berlaku untuk semua layanan, baik bus di koridor maupun layanan bus di nonkoridor. “Masyarakat tetap harus tap in dan tap out dengan kartu yang berlaku sebagai tiket transjakarta untuk bisa mendapatkan layanan gratis itu. Namun, saat hari layanan gratis, saldo di kartu tidak terpotong,” kata Budi.

Dengan kebijakan itu, Budi yakin, angka penumpang bus transjakarta akan semakin banyak jumlahnya. Saat ini, rata-rata total penumpang per hari sudah di angka 570.000 orang. Penumpang terbanyak ada di 29 Juli 2018 sebanyak 583.000 orang.

(HLN/WAD)

menu
menu